Langsung ke konten utama

Miris !!! Kondisi Paisumatano dulu dan sekarang




  
Tampilan permandian Paisumatano: dulu


Paisumatano sebagai salah satu sub desa dari desa Tatabau memiliki daya tarik wisatawan yang sangat menarik sesuatu dengan namanya, yakni mata air yang jernih dan sejuk dengan pepohonan rimbun di sekitarnya dan menaungi permandian Paisumatano. Sayangnya potensi wisata ini, masih belum dikelola dengan baik oleh desa Tatabau sendiri. Sehingga keberadaan mata air dan permandian Paisumatano hanya diketahui oleh segelintir orang di luar desa Tatabau. 

    Tempat ini dari dulu merupakan pemasok air untuk warga setempat khususnya bagi warga yang berada di dusun satu desa Tatabau. Kebutuhan akan air, mulai dari mandi, mencuci dan juga untuk minum diperoleh dari ini. Sekalipun demikian, tidak hanya dusun satu saja yang menikmati air tersebut, namun dusun duapun menikmati air itu melalui pipa yang dialirkan ke rumah-rumah warga yang ada di dusun dua yang secara topografi lebih rendah daripada dusun satu bahkan lebih rendah dari mata air "Paisumatano". 

    Bukan hanya warga dusun satu yang memiliki kebiasaan mandi di mata air Paisumatano, namun warga dusun lain juga utamanya para remaja dari dusun dua sering menyempatkan diri untuk mandi dan menikmati kesegaran dan kesejukkan air tersebut. Bahkan ketika ada tamu atau pun keluarga dari desa atau kota yang datang ke Paisumatano, maka rasanya tidak lengkap jika tidak dibawa jalan-jalan dan disuguhi keindahan permandian Paisumatano. Rasanya tidak banyak tempat yang bisa dijadikan dan dikembangkan sebagai objek wisata nantinya selain permandian Paisumatano. 

    Pemerintah setempat memang sudah sejak lama tertarik untuk menjadikan permandian Paisumatano sebagai objek wisata yang selain untuk memperkenalkan keindahan alam ini kepada dunia, namun juga menjadi pemasukan pada ABD setempat. Namun sampai saat ini rencana itu belum terealisasi.

    Hari ini, rencana dan program untuk menjadi permandian Paisumatano sebagai objek wisata tinggalah kenangan. Kesejukkan dan kesegaran air tersebut seakan dirampas oleh oknum yang berkuasa. Kenikmatan ketika bercengkengkrama saat mandi tak lagi didapatkan. Bahkan air untuk diminumpun yang sering diambil oleh warga, hari ini mengalami kesulitan. Semua itu terjadi akibat akibat ulah segelintir orang yang mermiliki kepentingan sendiri tanpa mempertimbangkan dampak buruk yang akan terjadi karenanya. Kini mata air yang dulunya dinaungi oleh tiga pohon besar sudah dibendung langsung dimulut mata airnya. Pohon besar yang menaunginya pun hanya tersisa onggokan-onggokan kayu yang sudah ditebang dan dipotong-potong oleh para pekerja. 

    Miris!! inilah yang terungkap ketika menyaksikan kondisi permandian Paisumatano. Program pemerintah untuk melakukan reboisasi terus digalakkan. Di berbagai daerah terdapat kumpulan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) yang terus menyerukan agar manusia hidup berdampingan dan melestarikan alam yang sudah Tuhan titipkan. Berbagai bencana alam terjadi di banyak daerah di Indonesia, yang sebagian mengindikasikan kelalaian kita dalam memelihara alam ini. Namun sayang, sikap serupa harus ditemui di Paisumatano. Kita tidak mengharapkan alam akan marah dan berakibat buruk bagi manusia, namun marilah sebagai makhluk berbudi, kita bercermin dengan setiap tindakan kita atas alam ini. Jangan sampai lagu Ebiet "... atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita", terjadi atas daerah yang kita cintai ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Legenda Paisumatano

Paisumatano adalah nama sebuah kampung/dusun dari desa Tatabau di kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Cerita legenda tentang asal usul Paisumatano ini mungkin hanyalah satu dari sekian banyak versi yang ada di masyarakat. Legenda  merupakan campuran antara fakta historis/sejarah dan mitos sehigga tidak dapat dianggap mengandung kebenaran sejarah yang utuh. Lagipula, sebagian besar cerita ini adalah hasil rekonstruksi dan pengembangan oleh penulis.  Alkisah pada zaman dahulu terjadi kekeringan yang melanda daerah yang sekarang dikenal dengan nama Paisumatano. Kemarau berkepanjangan selama periode waktu yang cukup lama, hujan tidak kunjung turun di daerah itu. Hal ini menyebabkan penduduk sangat menderita mengingat air adalah unsur vital yang sangat dibutuhkan oleh manusia, mulai dari mencuci, mandi, menyiram tanaman bahkan untuk minum. Kemarau yang panjang tersebut berdampak pada kegagalan panen warga sehingga mengakibatkan kelaparan dan penderitaan yang luar biasa. ...

Sejarah Gereja Eben-Haezer Paisumatano Paisumatano

SEJARAH GEREJA JEMAAT EBEN-HAEZER PAISUMATANO Gedung Gereja Eben-Haezer Paisumatano.   A.     Pendahuluan Jemaat berasal dari bahasa Yunani, Ekklesia yang berarti orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang Tuhan yang ajaib (1 Ptr 2: 9). Jemat didirikan oleh Kristus sendiri di atas dasar pengakuan akan ke-mesiasan dan ke-Anak Allahan Yesus (Mat. 16: 18). Demikianlah Gereja berkembang dari kedua belas murid Yesus berturut-turut menjadi lima puluh, tujuh puluh, lima ratus bahkan sampai tiga ribu orang di hari Pentakosta (Kis. 2: 41). Dan oleh kuasa Roh Kudus, murid-murid memberitakan Injil di Yerusalem, Yudea, Samaria dan  sampai ke ujung bumi (Kis. 1: 8). Estafet penginjilan itu diteruskan dari generasi ke generasi kekristenan sebagai wujud ketaatan   kepada Amanat Agung Tuhan  Yesus Kristus (Mat. 28: 18-20) bnd (Mrk. 16: 15-16).      Kekristenan mencapai nusantara melalui para rohaniawan Nestorian pada sekitar aba...